Satya Dharma : Jurnal Ilmu Hukum https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/satya-dharma <p>Jurnal ilmiah Satya Dharma adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program&nbsp; &nbsp;Pascasarjana Program Studi Magister Ilmu Hukum Agama Hindu Institut Agama Hindu Negeri tampung Penyang (IAHN-TP) Palangka Raya. Kehadiran Jurnal Satya Dharma sebagai media bagi kalangan Akademisi Program Pascasarjana Prodi Ilmu Hukum Agama Hindu dan pemerhati hukum hindu, diharapkan Jurnal Satya Dharma dapat menjadi wadah mengaktualisasi ide pemikiran melalui penelitian, dan pengembangan hukum &nbsp;secara ilmiah, yang nantinya dapat sebagai motivasi dalam pengembagan hukum &nbsp;kedepan sehingga penerapanya mendapatkan tempat sebagai alternatif dalam menyelesaiakan permasalahan hukum. Jurnal Satya Dharma Bernuansakan Hukum Positif, Hukum Agama Hindu dan Hukum Adat,&nbsp; Jurnal Satya Dharma diterbitkan dua kali dalam setahun (Bulan Juni dan Desember)</p> en-US satyadharmajih@gmail.com (Ni Nyoman Rahmawati) satyadharmajih@gmail.com (Wayan Roni Harjanto) Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 OJS 3.1.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Kedudukan Hak Atas Lingkungan Hidup Yang Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan dalam Sistem Hukum Indonesia https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/satya-dharma/article/view/1530 <p style="font-weight: 400;">Environmental issues have become a global concern, including in Indonesia. One of the critical issues is the right to a clean, healthy, and sustainable environment, which is recognized as part of human rights under the Indonesian legal system. This right is explicitly stated in Article 28H paragraph (1) of the 1945 Constitution and further reinforced by Law Number 32 of 2009 concerning Environmental Protection and Management. However, in practice, the implementation of this right faces various challenges, including weak law enforcement, environmental degradation due to industrial activities, and the criminalization of environmental defenders.</p> <p><span style="font-weight: 400;">This research to analyze the legal standing of the right to a clean, healthy, and sustainable environment within Indonesia's legal system and to emphasize its recognition as a justiciable legal right. The research uses a normative legal method with a literature-based approach by exploring legal sources relevant to the issue. The findings indicate that the government has made efforts to fulfill this right through public education and the formulation of legal instruments. Nevertheless, these efforts remain insufficient to provide comprehensive legal protection. Therefore, there is a need to strengthen normative and institutional aspects and to enhance public participation to ensure the fulfillment of environmental rights as enforceable legal rights. Additionally, the formulation of supplementary regulations is necessary to reinforce existing laws and ensure environmental sustainability for future generations.</span></p> Ni Wayan Eka Sumartini, Natalia Susilawati, Edelweisia Cristiana, Ni Putu Paramita Dewi ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/satya-dharma/article/view/1530 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Politik dan Bisnis di Tingkat Lokal: Studi Kasus Relasi Penguasa dan Pengusaha Pada Eksploitasi Tambang Biji Besi di Bima https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/satya-dharma/article/view/1535 <p>Abstract</p> <p>This study was conducted to analyze the contestation of interests and relations between local government and entrepreneurs in natural resource management, particularly iron ore mining policy in Bima. The study used a qualitative descriptive method. Primary and secondary data were used to analyze the relationship between the Bima Regency Government and iron ore mining entrepreneurs. The findings of this study show the form of relations between the Bima Regional Government and the granting of permits to businesspeople to invest in Bima despite opposition from the community living in the mining location.</p> Jufriansyah Jufriansyah ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/satya-dharma/article/view/1535 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Perlindungan Perlindungan Hukum Mengenai Hak Istri dan Anak Hasil Perkawinan Siri https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/satya-dharma/article/view/1566 <p>Perkawinan siri dilakukan tanpa adanya pencatatan dari pihak KUA, namun rukun perkawinan terpenuhi sesuai agama seperti adanya wali, saksi, ijab, kabul dan mahar. Penelitian ini bertujuan memahami faktor-faktor terjadinya perkawinan siri, legalitas perkawinan siri, dampak istri dan anak hasl perkawinan siri serta solusi agar semua masalah tersebut dapat dihadapi. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini yuridis normatif yang mengkaji beberapa aturan yang berlaku / hukum positif. Penelitian ini juga mengkaji faktor sosial-budaya yang terjadi di lingkungan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan siri masih banyak terjadi di Indonesia dengan didasari beberapa faktor-faktor seoerti ekonomi, keinginan poligami yang tidak dapat restu dari istri, hamil diluar nikah dan penelitian ini juga menghasilkan bahwa dari perkawinan siri ini menyebabkan / menimbulkan tidak adanya kekuatan hukum untuk menjamin hak istri dan anak serta tidak diakuinya perkawinan siri secara oleh negara. Demikian, diperlukan upaya agar perkawinan siri dapat dicatatkan secara resmi agar hak-hak yang seharusnya didapatkan mendapatkan kepastian hukum, serta perkawinan tersebut memiliki kekuatan hukum.</p> Ahmad Dimas Putra Deva, Rahayu Hartini ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/satya-dharma/article/view/1566 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Efektivitas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya Dalam Penegakan Hukum Perlindungan Satwa Penyu Di Provinsi Bali https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/satya-dharma/article/view/1785 <p>Peredaran satwa banyak terjadi di Provinsi Bali menjadi akses keluar masuknya peredaran satwa di Provinsi Bali dan pada akhir-akhir masyarakat memperoleh satwa-satwa yang dilindungi melalui cara ilegal, yakni&nbsp; jual beli pasar gelap. Metode yang digunakan dalam rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.&nbsp; Hasil Penelitian yaitu (1) faktor hukum sendiri dan faktor penegak hukum sudah efektif, faktor sarana dan fasilitas, masyarakat dan kebudayaan masih belum efektif. (2) hambatan struktur masih belum efektif sebab masih kurangnya sumber daya manusia, hambatan faktor subtansi hukum masih lemahnya hukuman penjara dan denda yang ditetapkan, hambatan budaya hukum penggunaan penyu sebagai sarana upacara keagamaan, peraturan hukum bahwa peraturan hukum dan hukum agama saling bebenturan dan hambatan budaya hukum para hakim, putusan hukuman yang diberikan tergolong sangat rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan terhadap kebijakan dari efektivitas peraturan yang berlaku mengingat masih banyak penyelundupan penyu ilegal dan supaya satwa penyu yang dilindungi dapat lestari.</p> I Made Budhi Sugandhika ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/satya-dharma/article/view/1785 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Tinjauan Hukum Hindu Terhadap Perkawinan Poligami Dalam Perspektif Dharma dan Keadilan https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/satya-dharma/article/view/1802 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan Hukum Hindu terhadap praktik perkawinan poligami ditinjau dari perspektif <em>dharma</em> dan keadilan. Dalam ajaran Hindu, perkawinan dipandang sebagai <em>samskara</em>, upacara penyucian diri menuju kehidupan berumah tangga yang harmonis dan penuh tanggung jawab moral. Idealnya, hubungan suami istri dilandasi oleh kesetiaan, kesetaraan, dan keseimbangan spiritual sebagaimana tercermin dalam konsep <em>Ardhanareśvara</em>. Namun, praktik poligami yang terjadi di masyarakat sering kali bertentangan dengan nilai-nilai <em>dharma</em>, karena dapat menimbulkan ketidakadilan, penderitaan, serta ketidakharmonisan dalam keluarga. Berdasarkan kajian literatur terhadap sumber-sumber hukum Hindu seperti <em>Dharmasastra</em> dan <em>Rgveda</em>, disimpulkan bahwa poligami tidak sesuai dengan prinsip keadilan dan kesucian hubungan perkawinan menurut Hukum Hindu. Dengan demikian, perkawinan monogamis yang berlandaskan <em>dharma</em>, kesetiaan, dan keadilan merupakan bentuk ideal dalam mewujudkan keharmonisan dan kebahagiaan keluarga Hindu.</p> I Kadek Kartika Yase ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/satya-dharma/article/view/1802 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000 Perjanjian Fidusia Atas Objek yang Telah Digadaikan oleh Debitor Kepada Pihak Ketiga https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/satya-dharma/article/view/1805 <p>Pihak kreditor dalam memberikan kredit atau menjaminkan modal tentunya mensyaratkan adanya jaminan bagi pemberian kredit tersebut sebagai pengaman dan kepastian akan kredit yang diberikan tersebut, karena tanpa adanya pengamanan pihak kreditor akan sulit menghindari resiko yang terjadi sebagai akibat dari kreditor yang wanprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada di bidang hukum Jaminan khususnya mengenai prosedur perjanjian fidusia dan penyelesaian masalah apabila pemberi fidusia tersebut cidera janji. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Normatif, yaitu penelitian hukum dengan cara penelitian hukum kepustakaan yang mengkaji dan menelaah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang terkait sebagai acuan untuk memecahkan masalah. Hasil penelitian yang diperoleh : 1) Proses penjaminan objek perjanjian kredit pada dasarnya sama dengan proses penjaminan fidusia pada umumnya, yaitu proses pengikatan perjanjian kredit sebagai perjanjian pokok, dan pengikatan fidusia sebagai perjanjian accesoir yang melalui beberapa tahapan. 2). Pihak Kreditor dalam penyelesaian bila objek jaminan digadaikan pada pihak ketiga, dapat memilih bentuk penyelesaian dengan menggunakan pranata eksekusi di bawah tangan. Pemilihan pranata eksekusi di bawah tangan didasarkan pada alasan bahwa dengan cara ini dianggap lebih mempercepat proses penyelesaiannya, dan lebih efisien jika dibandingkan dengan menggunakan cara melalui pelelangan umum, atau melalui gugatan perdata pada Pengadilan.</p> Vicka Prama Wulandari ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/satya-dharma/article/view/1805 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0000