Tampung Penyang https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang en-US Thu, 12 Dec 2019 16:09:13 +0000 OJS 3.1.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Perjanjian Tumbang Anoi 1894 Sebagai Sumber Hukum Pidana Adat Dayak Ngaju https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/395 <p>Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui perjanjian Tumbang Anoi 1894 sebagai sumber hukum pidana adat dayak ngaju dan <em>Belom Bahadat</em> sebagai prinsif hukum pidana adat dayak ngaju. Kajian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Hasil dari kajian ini yakni Perjanjian Tumbang Anoi 1894 merupakan salah satu sumber hukum pidana adat dayak ngaju yang bersifat tertulis dan selain dari pada itu masyarakat adat dayak ngaju masih memiliki sumber hukum yang tidak tertulis yang dimiliki oleh setiap masyarakat adat dayak sesuai dengan wilayah kedamangannya. <em>Belom Bahadat</em> sebagai falsafah masyarakat adat dayak ngaju dan rohnya Perjanjian Tumbang Anoi 1894, digunakan untuk mewujudkan <em>Utus Dayak</em>.</p> citranu citranu citranu ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/395 Thu, 12 Dec 2019 15:02:52 +0000 IMPLEMENTASI NILAI KEHARIFAN LOKAL (HUMA BETANG) DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DAYAK DI KOTA PALANGKA RAYA https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/426 <div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Maraknya pengaruh radikalisme melalui berbagai media digital di tengah-tengah masyarakat yang cendrung memicu terjadinya konflik, serta memecah belah persatuan bangsa dangan mendikotomi masyarakat menjadi kelompok-kelompok dengan ideology yang mereka yakini. Hai ini kalau dibiarkan tentu akan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa yang telah mapan. Terkait hal ini pemerintah dewasa ini mewacanakan keharipan local (local genius) yang mengacu kepada masing-masing adat budaya sebagai pedoman dan acuan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan demikian Indonesia sebagai negara multikultur akan semakin kuat dalam menghadapi gempuran radikalisme yang sengaja di hembuskan oleh segelintir orang. Salah satu keharipan local (local genius) tersebut adalah keharifan lokal Dayak yaitu filosofi huma betang. Untuk itu tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah mengetahui nilai-nilai keharifan lokal pada Filosofi Huma Betang dan implementasinya dalam Interaksi Sosial Masyarakat Dayak Di Kota Palangka Raya. Karya ilmiah ini di sajikan dalam bentuk kualitatif dengan data diperoleh melalui studi dokumen atau literature berupa karya ilmiah seperti jurnal, laporan hasil penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi. Dari hasil analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa nilai moralitas pada filosofi huma betang yang masih dipedomi oleh masyarakat Dayak di Kota Palangka Raya adalah nilai kebersamaan, gotong royong (handep), belom bahadat(etika), dan musyawarah mufakat (hafakat basarah). Nilai-nilai moralitas ini terimplementasikan dalam hukum adat Dayak yang dijadikan acuan dalam berprilaku sehari-hari.</p> </div> </div> </div> Nyoman Rahmawati ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/426 Thu, 12 Dec 2019 15:48:05 +0000 YADNYA SEBAGAI PENGUATAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/431 <p>Kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat terkadang tanpa disadari merupakan bagian dari pendidikan. Rangkaian pelaksanaan Panca Yadnya memiliki nilai yang dapat berfungsi sebagai Penguat Pendidikan Karakter. Namun masyarakat selama ini tidak banyak yang memahami hal tersebut, masyarakat lebih fokus pada terlaksananya Yadnya sebagai bentuk kewajiban yang timbul akibat dari kelahiran di dunia dan sebagai bentuk pelaksanaan Tri Rna, padahal dalam proses mulai dari penyiapan hingga pelaksanaan mampu untuk mendidik orang- orang yang terlibat di dalamnya. Hal ini menjadikan penting karena dapat dijadikan sebagai wadah dalam penguatan pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang dikuatkan dari rangkaian pelaksanaan Yadnya 1). Religiusitas, 2). Komunikatif, 3). Kerjasama (Gotong royong), 4). Bertanggung Jawab, dan 5). Kepedulian Sosial. Berbagai bentuk karakter yang dikuatkan dengan pelaksanaan Yadnya, baik bagi pelaku maupun orang-orang yang membantu pelaksanaanya. Kelompok suka duka merupakan organiassi tradisional hindu yang menjadi wadah dalam penguatan pendidikan karakter. Hal tersebut perlu diajarkan kepada generasi muda sehingga memiliki pemahaman yang komprehensif, dan Yadnya tidak hanya di maknai sebagai upacara ritual belaka, namun juga bagian dari pendidikan.</p> I Komang Mertayasa ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/431 Thu, 12 Dec 2019 16:09:01 +0000 Kedudukan Anak Di Luar Perkawinan Dalam Hukum Waris Adat Suku Dayak Lawangan Di Desa Ampah Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/397 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tujuan artikel ini untuk mengetahui kedudukan anak di luar perkawinan dalam hukum waris adat suku dayak <em>lawangan </em>dan prosedur pengesahan pengangkatan anak menurut hukum adat suku dayak lawangan.Metode penulisan dalam artikel ini menggunakan metode penelitian hukum empiris. Hasil dari penelitian hukum ini adalah anak diluar perkawinan disebut anak <em>Ampang</em>, dan kedudukan anak <em>ampang </em>tetap diakui hak warisnya menurut hukum adat dayak <em>Lawangan </em>akan tetapi harus melalui prosedur hukum adat yakni ritual <em>Saki Palas Pengangkan dan Saki Palas Jaa</em>.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci :Waris Adat,<em> Lawangan</em>, <em>Ampang</em></p> budiarto santoso ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/397 Thu, 12 Dec 2019 15:53:05 +0000 CERITA DONGENG SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/430 <p>bangsa, pendidikan karakter ini pun diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam mensukseskan Indonesia Emas 2025. Penanaman pendidikan karakter dapat diberikan lebih awal kepada anak usia dini melalui media cerita dongeng. Pentingnya cerita dongeng bagi anak usia dini, tidak hanya kegiatan untuk menidurkan anak tetapi juga dapat meningkatkan perkembangan pada otak kanan anak, psikologis, kecerdasan emosional, karakter mulia, serta meningkatkan imajinasi pada anak uasia dini. memberikan cerita dongeng kepada anak merupakan bagian penting dari pengasuhan anak. Selain bermanfaat untuk perkembangan psikologisnya, juga membuat anak merasa disayangi dan diperhatikan oleh orang tua. Sehingga tidak menyebabkan degradasi moral di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Melalui cerita dongeng sebagai media pendidikan karakter bagi anak usia dini, anak akan dapat belajar mengenai dunia, kehidupan, diri sendiri, maupun orang lain.<br>Kata Kunci : Cerita Dongeng, Pendidikan Karakter, Anak Usia Dini</p> gede gunawan ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/430 Thu, 12 Dec 2019 15:58:06 +0000 PROFESIONALISME PUSTAKAWAN DALAM ERA DIGITAL https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/432 <p>Abstrak<br>Profesionalisme pustakawan dapat diartikan sebagai kegiatan perpustakaan yang dilaksanakan berdasarkan keahlian, tugas pokok dan fungsi dan yang utama adalah rasa tanggung jawab pustakawan sebagai pengelola perpustakaan. Tanggung jawab seorang pustakawan merupakan suatu proses kerja yang didasari rasa tanggung jawab dan bukan hanya sekedar pekerjaan yang menjadi rutinitas. Tanggung jawab dalam pekerjaan harus dibarengi dengan upaya-upaya untuk menghasilkan karya atau kinerja yang lebih baik lagi melalui prosedur kerja yang benar.<br>Tulisan ini membahas pengaruh era digital terhadap peningkatan profesionalisme pustakawan, dimana pustakawan sebagai ujung tombak kemajuan dan perkembangan perpustakaan. Oleh karena itu diharapkan membekali diri dan menggali potensi yang bermanfaat bagi organisasi induknya. Era digital merupakan tantangan berat bagi pustakawan tetapi sebaliknya mempermudah kegiatan kepustakawanan karena semua dikerjakan dengan digital. Sesuai latar belakang penulis seorang pustakawan (librarian) maka konsep era digital yang dibahas dalam tulisan ini diarahkan pada profesionalisme pustakawan.<br>Kata Kunci : Pustakawan, Profesionalisme, Era Digital, Teknologi dan Informasi</p> I Gusti Ayu ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/432 Thu, 12 Dec 2019 16:01:45 +0000