Tampung Penyang https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang <p>Tampung Penyang Jurnal Ilmu Agama dan Budaya Hindu merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya yang menerbitkan hasil-hasil penelitian, gagasan, dan pemikiran yang berhubungan dengan Ilmu Agama dan Budaya Hindu.</p> en-US dharman.gunawan@gmail.com (I Gede Dharman Gunawan) hadianto4444@gmail.com (Hadianto Ego Gantiano) Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 OJS 3.1.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Eksistensi Pelinggih Tuan Aji Madura Sebagai Media Akulturasi Budaya Di Pura Dalem Dukun Sakti Desa Adat Tuban Kecamatan Kuta Kabupaten Badung https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/1044 <p><em>As a plural and multicultural country, conflict with religious background potentially occurs in Indonesia. Remembering that Pelinggih is a medium that functions as a place of worship so that it is sacred. However, in the aspect of communication, Pelinggih is understood as a medium to communicate messages visually, one of which is Pelinggih Tuan Aji Madura which is located at Dalem Dukun Sakti Temple, Tuban Customary Village. Dalem Dukun Sakti Temple is a temple belonging to the family of Arya Wang Bang Pinatih's descendants. Although this temple is a family temple, this temple also has loyal worshipers from all over Bali, but mainly Badung Regency and can be visited by all Dharma Hindu people throughout Indonesia on the basis of sraddha and is believed by local residents to be a temple that can cure all kinds of diseases. Cultural acculturation in this case through the Pelinggih Tuan Aji Madura media is unique, namely the shape made on it like the dome of a mosque. Many religions other than Hinduism pray at the Tuan Aji Temple, Madura. There are people who are Muslims who also come to pray at the Dalem Dukun Sakti Temple, especially at the Pelinggih Tuan Aji Madura. The Muslims who pray at Tuan Aji Madura have a belief that praying at Pura Dalem Dukun Sakti will heal them from their illness and are given medicine in the form of holy water that has been given by Tuan Aji Madura. The values ​​of Hindu Religious Education are contained due to such cultural acculturation, such as: Tattwa Education Values, Moral or Ethical Education Values, Ceremonial Education Values ​​and Tat Twam Asi Education Values.</em></p> I Gusti Made Kusuma Dhana, Ni Nyoman Dian Tri Utami ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/1044 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Memaknai Filosofi Tri Mada Untuk Mencegah Perilaku Mabuk Umat Hindu https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/1050 <p>Kehidupan manusia mengalami gejolak diri berupa kondisi tidak sadar.&nbsp; Kondisi tidak sadar diri salah satu faktor penyebab adalah mabuk. Pustaka suci Hindu ada mengajarkan faktor penyebab mabuk. Ada tiga penyebab mabuk yang dinamai <em>Tri</em> <em>Mada</em>. Mengenai <em>Tri Mada</em> pembagiannya adalah <em>Sura</em>, <em>Guna</em>, dan <em>Dhana</em>. <em>Sura</em> artinya mabuk karena minuman keras. <em>Guna</em> artinya mabuk karena kepandaian atau mabuk karena ilmu pengetahuan. <em>Dhana</em> artinya mabuk karena kekayaan. Ada juga <em>widya</em>, <em>dhana</em>, dan <em>Abhijana</em>. <em>Widya</em> artinya mabuk karena ilmu pengetahuans. <em>Dhana</em> artinya mabuk karena kekayaan atau mabuk karena membanggakan artha benda. <em>Abhijana</em> artinya mabuk karena keturunan bangsawan. Kemudian ada <em>krodha</em>, <em>lobha</em>, dan <em>wisaya</em>. <em>Krodha</em> artinya mabuk karena kemarahan. <em>Lobha</em> artinya mabuk karena kelobaan atau mabuk karena ketamakan. <em>Wisaya</em> artinya mabuk karena kesenangan.Akhirnya tri mada ada <em>Stri</em>, <em>Bhoga</em>, dan <em>Aiswarya</em>. <em>Stri</em> artinya mabuk karena wanita. <em>Bhoga</em> artinya mabuk karena makanan minuman atau mabuk karena ilmu konsumi makanan minuman yang berlebihan. <em>Aiswarya</em> artinya mabuk karena kekuasaan. Tiga penyebab mabuk yang diuraikan mesti dikendalikan secara bijaksana agar tidak mabuk.</p> I Ketut Subagiasta ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/1050 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Fungsi Dan Tantangan Dalam Pelestarian Tumbuhan Upakara https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/1053 <p>Tujuan dari artikel ini adalah untuk membahas fungsi dan tantangan dalam pelestarian tumbuh-tumbuhan <em>upakara</em> di Desa Singakerta, Bali. Beberapa tahun terakhir, jenis tumbuhan ini mengalami kelangkaan, yang berdampak pada peningkatan harganya, terutama menjelang hari raya agama Hindu. Akibatnya, upaya pelestarian harus dilakukan. Pendekatan penelitian menggunakan data kualitatif dengan menentukan informan secara <em>purposive, </em>yaitu berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Sedangkan analisis data dilakukan dengan model interaktif, yaitu secara bersamaan mulai dari proses pengumpulan data, pemilahan data, penafsiran, dan sampai pada kesimpulan. Analisis menunjukkan bahwa upaya pelestarian pada dasarnya memiliki fungsi manifes dan laten. Fungsi manifes meliputi fungsi religius, ekonomi, dan sebagai lapangan pekerjaan baru. Sedangkan fungsi laten terdiri dari fungsi bahan <em>usada</em> (pengobatan tradisional Bali), keharmonisan dengan alam lingkungan, dan penambahan jaringan sosial. Sebaliknya, pelestarian tumbuhan upakara acap menjadi sulit karena beberapa alasan, antara lain keterbatasan bibit, perawatan khusus untuk beberapa jenis tumbuhan upakara, dan keterbatasan lahan.</p> Agung Adi ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/1053 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Sapulun : Pamali Lisan Dalam Membentuk Profil Pelajar Pancasila Serta Kaitannya Dengan Musibah Di Kalimantan https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/1063 <p><em>One of the causes of the disappearance of a culture is the reduction in cultural actors implementing it in society, a sense of shame, prestige and outdated assumptions (Zakarias, 2020). Sampulun, is a culture found in Central Kalimantan as a form of respect for the host who offers dishes by touching the food container. This culture requires survey data on whether the current generation of teenagers, especially middle and high school students, apply the philosophy and actual implementation of Sampulun culture in society and how it relates to the profile of Pancasila students. This research uses qualitative action research methods. Qualitative methods were used to explore and explore the existence and philosophical meaning of Sampulun culture in the people of the Kahayan River Basin in Palangka Raya City. Action research is used to implement character values in Sampulun culture for middle and high school students in Palangka Raya City to strengthen the Pancasila Student Profile. Data collection techniques use observation, surveys and interviews. The data analysis technique uses an interactive model from Miles &amp; Huberman which consists of four components, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research found that the cover can shape the character profile of Pancasila students through the formation of the character of believing in God Almighty, that disaster cannot be separated from the will of God, the cover also forms a character of respect for nature and humans, through the presence of pamali that develops to form an attitude of respect for cultural differences and wisdom existing local areas, as well as forming characters with global diversity, creative and critical reasoning with attitudes that emerge from students in the form of respect for other people's cultures. These findings show that the cover has the function of forming morals, culture, religion and health through educating students' values Pancasila.</em></p> Ahmad Saefulloh, Maryam Mustika, Ali Sunarno, Eddy Lion, Vera Anggraini ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/1063 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Penggunaan Bajakah Tengang Dalam Upacara Hindu Kaharingan https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/1096 <p class="IsiAbstrakIngTP">Hindu Kaharingan communities in the region of Central Kalimantan, particularly in Kasongan Regency, have religious rituals in accordance with their religious teachings. The implementation of religious rituals by the Hindu Kaharingan community in Kasongan Regency, Central Kalimantan, utilizes various ceremonial tools obtained from the Kalimantan environment. One of the tools used in several Hindu Kaharingan religious rituals is the Bajakah Tengang. This research aims to identify the types of ceremonies that utilize the Bajakah Tengang as a ceremonial tool and the method of using the Bajakah Tengang in specific ceremonies/rituals. The research findings indicate that the types of ceremonies using the Bajakah Tengang include marriage ceremonies, manenung, mambayar hajad, tiwah, and nyadiri. The Bajakah Tengang is used by being tied to the right hand and should not be removed until the Bajakah Tengang falls off on its own.</p> Sri Kayun, Ni Wayan Eka Sumartini, Apri Apri ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/1096 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Penggunaan Media Sosial Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SD Negeri 9 Palangka https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/1097 <p>Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan media sosial dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN 9 Palangka. Metode yang di gunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah : Observasi, Wawancara, Dokumnetasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan media sosial dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu yaitu: (a) media sosial yang digunakan oleh guru agama Hindu ada beberapa media sosial di antaranya WhatsApp dan Youtube. (b) guru agama Hindu membuat grup WhatsApp agar bisa berkomunikasi dengan siswa yang juga memiliki media sosial WhatsApp. (c) melakukan proses pembelajaran dengan cara panggilan video atau kirim pesan teks atau Audio. (d) membantu menfasilitasi siswa dengan memberikan kouta internet gratis kepada siswa.</p> Dedi Suganda, I Gede Dharman Gunawan, Nyoman Sumarni ##submission.copyrightStatement## https://ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/1097 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000