MANAJEMEN PENYULUHAN AGAMA HINDU PADA GENERASI MILENIAL

  • I Nyoman Bontot UHN IGB Sugriwa Denpasar
Keywords: manajemen, Penyuluhan Agama Hindu, Generasi Milenial

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi (media sosial) yang dinikmati oleh generasi milenial mempengaruhi perilaku mereka dalam hubungan sosial.  Generasi milenial yang dicirikan dengan peningkatan penggunaan teknologi digital menjadikan mereka pribadi dengan pemikiran terbuka akan ide-ide, percaya diri, liberal,  suka berganti-ganti pekerjaan, dan malas bersosialisasi secara langsung. Kondisi ini membuat para generasi milenial mudah dapat mengakses berbagai informasi dari dunia maya, baik yang bermanfaat maupun yang menyesatkan.  Hal tersebut dapat membahayakan keberadaan umat Hindu khususnya generasi milenial tanpa didukung oleh pondasi agama dan keilmuan yang kokoh.  Penelitian ini mengetengahkan tiga permasalahan : (1) pentingkah penyuluhan agama Hindu bagi generasi milenial? (2) apakah yang menjadi ruang publik generasi milenial yang dapat dijadikan media penyuluhan agama Hindu? Dan bagaimanakah strategi melakukan penyuluhan agama Hindu pada generasi milenial?  Permasalahan dianalisis menggunakan Teori Perubahan Sosial dan Teori Manajemen.  

Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh sebagian besar generasi milenial tersebut, maka penyuluhan agama Hindu ke depan masih tetap diperlukan.  Seiring perubahan karakteristik dan perilaku (perubahan sosial) yang dialami para generasi milenial, maka media penyuluhan perlu dirubah dari real space (ruang kelas, aula, bale banjar) menjadi virtual space (whatsapp, instagram, website). Teknik penyampaian dan materi penyuluhan pun perlu disesuaikan dengan karakter para generasi milenial, yang terbuka dengan ide-ide dan serba praktis/instan.  Agar target penyuluhan agama Hindu dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka pelaksanaan penyuluhan agama Hindu pada  generasi milenial juga dituntut berdasarkan prinsip-prinsip manajemen, baik manajemen modern maupun manajemen berbasis Hindu.

References

Agustin, Viki Dwi. 2016. Makalah Sosial Media. Bojonegoro : SMK Sentosa Dharma.

Basit, Abdul. 2014. Tantangan Profesi Penyuluh Agama Islam dan Pemberdayaannya.
Jurnal Dakwah, Vol. XV, No. 1 Tahun 2014.

Cahyono, Anang Sugeng. 2016. Pengaruh Media Sosial Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat di Indonesia. www.jurnal-unita.org.

Gorda, I Gusti Ngurah. 1999. Manajemen dan Kepemimpinan Desa Adat di Provinsi Bali Dalam Perspektif Era Globalisasi. Denpasar : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Satya Dharma Singaraja Bekerja Sama dengan Widya Kriya Gematama Denpasar.
http://agrisoc.faperta.ugm.ac.id/Media Sosial, Sahabat Penyuluh Pertanian.

https://majalahpajak.net/efektifkan penyuluhan via media sosial.

https://wikipedia.org/Milenial, diakses pada tanggal 25 September 2020.

Moleong, Lexy J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Poespowardojo, S. dan Alexander S. 2016. Diskursus Teori-teori Kritis. Jakarta : Kompas Media Nusantara.

Salman. 2017. Media Sosial Sebagai Ruang Publik (Jurnal Bisnis dan Komunikasi). Jakarta : Institut Teknologi dan Bisnis Kalbis.

Siswanto, H.B. 2012. Pengantar Manajemen. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Suhardi, Untung. 2018. Strategi Komunikasi Penyuluh Agama Hindu (Studi Pembinaan Umat Hindu di DKI Jakarta). Dharmasmrti Vol. 9 Nomor 2 Oktober 2018 : 1-123.

Supardan, Dadang. Pengantar Ilmu Sosial, Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Jakarta : Bumi Aksara.
Published
2020-12-31