Amalan Sampaingat Dalam Local Genius Hindu Kaharingan

  • Komang Suarta IAHN-TP PAlangka Raya

Abstract

Aspek muatan lokal dan berwawaskan potensi keunggulan Hindu etnis Dayak Kalimantan Tengah, maka akan kita jumpai kearifal lokal seperti “hidup menyatu dengan alam”. Kearifan lokal sangat diperlukan untuk menyiapkan sebuah generasi yang tidak hanya bisa menjadi penonton dalam sejarah peradaban, akan tetapi bisa menjadi pelaku sejarah dari peradaban itu sendiri. Dalam melestarikan kebijakan setempat “local wisdom” atau pengetahuan setempat “local knowledge”atau kecerdasan setempat “local genious”, ajaran Hindu Kaharingan merupakan sumber untuk mempelajarinya.Amalan Sampaingat merupakan sebuah warisan dari leluhur Dayak Kalimantan Tengah yang merupakan sebuah metode untuk menciptakan kecerdasan pada orang yang mengamalkannya. Amalan ini terdiri atas dua cara, yakni melalui menginang dan dengan cara permandian (keramas). Amalan sampaingat dengan menginang menggunakan beberapa sarana, seperti; Pinang, Sirih, Kapur Sirih, Gambir, Tembakau, Daun Panyalembang, Buah Kapapulut, Daun Parinting/ Paretei, dan Kayu Paleket. Sementara itu, Amalan Sampaingat yang digunakan melalui cara permandian yakni menggunakan sarana berupa; Batang Kajajak, daun Panyalembang, daun Kapapulut  dan daun Untek Undang. Amalan ini mengajarkan agar masyarakat Dayak khususnya di Kalimantan Tengah selalu melakukan pembauran dan menjaga alam semesta. Ada beberapa Pali dalam menjalankan amalan Sampaingat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aspek muatan lokal dan berwawaskan potensi keunggulan Hindu etnis Dayak Kalimantan Tengah, maka akan kita jumpai kearifal lokal seperti “hidup menyatu dengan alam”. Kearifan lokal sangat diperlukan untuk menyiapkan sebuah generasi yang tidak hanya bisa menjadi penonton dalam sejarah peradaban, akan tetapi bisa menjadi pelaku sejarah dari peradaban itu sendiri. Dalam melestarikan kebijakan setempat “local wisdom” atau pengetahuan setempat “local knowledge”atau kecerdasan setempat “local genious”, ajaran Hindu Kaharingan merupakan sumber untuk mempelajarinya.Amalan Sampaingat merupakan sebuah warisan dari leluhur Dayak Kalimantan Tengah yang merupakan sebuah metode untuk menciptakan kecerdasan pada orang yang mengamalkannya. Amalan ini terdiri atas dua cara, yakni melalui menginang dan dengan cara permandian (keramas). Amalan sampaingat dengan menginang menggunakan beberapa sarana, seperti; Pinang, Sirih, Kapur Sirih, Gambir, Tembakau, Daun Panyalembang, Buah Kapapulut, Daun Parinting/ Paretei, dan Kayu Paleket. Sementara itu, Amalan Sampaingat yang digunakan melalui cara permandian yakni menggunakan sarana berupa; Batang Kajajak, daun Panyalembang, daun Kapapulut  dan daun Untek Undang. Amalan ini mengajarkan agar masyarakat Dayak khususnya di Kalimantan Tengah selalu melakukan pembauran dan menjaga alam semesta. Ada beberapa Pali dalam menjalankan amalan Sampaingat.
Published
2020-12-30
How to Cite
Suarta, K. (2020). Amalan Sampaingat Dalam Local Genius Hindu Kaharingan. Satya Widya: Jurnal Studi Agama, 3(2), 34-52. https://doi.org/10.33363/swjsa.v3i2.592