PERJANJIAN TUMBANG ANOI 1894 SEBAGAI SUMBER HUKUM PIDANA ADAT DAYAK NGAJU

  • citranu citranu citranu IAHN Tampung Penyang

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui perjanjian Tumbang Anoi 1894 sebagai sumber hukum pidana adat dayak ngaju dan Belom Bahadat sebagai prinsif hukum pidana adat dayak ngaju. Kajian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Hasil dari kajian ini yakni Perjanjian Tumbang Anoi 1894 merupakan salah satu sumber hukum pidana adat dayak ngaju yang bersifat tertulis dan selain dari pada itu masyarakat adat dayak ngaju masih memiliki sumber hukum yang tidak tertulis yang dimiliki oleh setiap masyarakat adat dayak sesuai dengan wilayah kedamangannya. Belom Bahadat sebagai falsafah masyarakat adat dayak ngaju dan rohnya Perjanjian Tumbang Anoi 1894, digunakan untuk mewujudkan Utus Dayak.

Published
2019-12-12