KOMODIFIKASI PEMENUHAN JALAN HADAT PADA PERKAWINAN SUKU DAYAK NGAJU

  • Susi Susi IAHN Tampung Penyang

Abstract

Tulisan ini memiliki masalah pertama tentang Komodifikasi Pemenuhan Jalan Hadat pada Perkawinan Suku Dayak Ngaju dan kedua Dampak Komodifikasi Pemenuhan Jalan Hadat pada Perkawinan Suku Dayak Ngaju pada Generasi penerus, dengan mengunakan teori yang dikemukakan oleh Piliang tentang komodifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komodifikasi yang terjadi pada pemenuhan Jalan Hadat pada Perkawinan suku Dayak Ngaju dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor masyarakat pendukung, faktor ekonomi dan faktor budaya dari ketiga faktor ini, dilakukan oleh pihak-pihak masyarakat dianggap kurang tepat, karena akan menimbulkan dampak negatif yang signifikan pada kehidupan generasi selanjutnya, walaupun juga terdapat dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat  yang bekerja dibidang penindustrian. Dampak negatif ini secara tidak sadar kita telah memutus tali pengetahuan generasi kedepan untuk mengetahui nilai-nilai luhur yang ada dalam simbol pemenuhan Jalan Hadat pada perkawinan suku Dayak ngaju.  Yang sepatutnya dijunjung tinggi karena menyimpan nilai budaya yang luhur yang patut dilestarikan bahkan dikenal dikalangan luar.  Sehingga dalam hal ini masyarakat harus sadar dan kuat untuk selalu berjalan dengan tradisi, budaya yang sejak dulu sudah ada hingga nilai dan unsur sejarah yang asli tetap menjadi terpelihara.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agan, Thian, 1998, Buku Upacara Perkawinan Umat Hindu Kaharingan. Palangka Raya. Majelis Besar Agama Hindu kaharingan Pusat Palangka Raya.
L.KDR, Tata Upacara Dayak Ngaju. Pendidikan Dan Latihan Upacara Adat Dayak Ngaju Bagi Guru Muatan Lokal SD/MI,SMP/MTS,dan SMA/MA/SMK 2012
Pendit, N. (2002). Ilmu Pariwisata: Sebuah Pengantar Perdana. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.
Piliang, Y.A. (2011). Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan. Bandung: Matahari.
Piliang, Yasraf Amir. 2004. Posrealitas: Realitas Kebudayaan dalam Era Posmetafisika. Yogyakarta: Jalasutra.
Pranata,S.Pd, 2006, Upacara Ritual Perkawinan Agama Hindu Kaharingan (Dalam Kitab Suci Panaturan) Filosofis perkawinan Nyai Endas Bulau Lisan Tingang dan Raja Garing Hatungku, Palangka Raya, Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Pranata,Upacara Ritual Perkawinan Agama Hindu Kaharingan (Dalam Kitab Panaturan) 2009 paramita Surabaya
Prasetya, (2011). “Komodifikasi Upacara Tradisional Seren Taun Dalam Pembentukan Identitas Komunitas” dalam Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia, Vol. 05, No. 02. Ratna, N.K. (2010).
Putra, Ida Bagus Wiyasa . 1998. Bali dalam Perspektif Global. Denpasar: Upada Sastra.
Richards, G . (1997). Cultural Tourism in Europe. Tilburg: Cab International.
Soemarwoto,O. 1997. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Yogyakarta:Gajah Mada Univerity Press.
Tilaar, H.A.R. 2003. Kekuasaan & Pendidikan: Suatu Tinjauan dari Perspektif Studi Kultural. Magelang: Indonesiatera.
Published
2019-10-31
How to Cite
Susi, S. (2019). KOMODIFIKASI PEMENUHAN JALAN HADAT PADA PERKAWINAN SUKU DAYAK NGAJU. Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama Dan Budaya Hindu, 10(2), 14-30. https://doi.org/10.33363/ba.v10i2.330