POLA TRANSFORMASI PENDIDIKAN AGAMA HINDU OLEH SRATI BANTEN DI KOTA PALANGKA RAYA

  • Agung Adi Institut Agama hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia
Keywords: Indonesia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi pola transformasi Pendidikan Agama Hindu oleh sarathi banten di Kota Palangka Raya. Latar penelitian beranjak dari realita empirik Pendidikan Agama Hindu tidak hanya dilaksanakan didalam sekolah, tetapi dilaksanakan pula di luar sekolah. Pendidikan agama Hindu di luar sekolah secara nyata tersedia dalam ruang-ruang tradisional yang dapat dipergunakan sebagai pola transformasi Pendidikan Agama Hindu. Pola-pola transformasi pendidikan inilah kemudian dimanfaatkan oleh para sarathi banten di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. 

Transformasi pendidikan agama Hindu yang dilakukan oleh sarathi banten di Kota Palangka Raya berdasarkan hasil analisis adalah dengan memadukan pola modern dan tradisional. Pola modern adalah dengan memberikan pelatihan secara formal, bekerjasama dengan Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah atau Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), sedangkan pola tradisional melalui pelaksanaan ngayah dan matulungan/nguopin. Secara hakikat tujuan pola ini agar pendidikan Agama Hindu dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Bahkan secara teoretik penerapan pola tersebut sejalan dengan teori belajar konstruktivisme yang dikemukakan oleh Piaget.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bintarto, R. (1980). Gotong-Royong : Suatu Karakteristik Bangsa Indonesia. Surabaya .: PT. Bina Ilmu.
Koentjaraningrat. (1983). Ciri-Ciri Kehidupan Masyarakat Pedesaan di Indonesia . Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Mantra, I. (2009). Bhagavadgita Alih Bahasa dan Penjelasan. Denpasar: Pemda Bali.
Masrini, T. I. (2017, Agustus Kamis). Pola penyampaian Pelatihan Upakara. (N. M. Sumar, Interviewer)
Mudani, N. M. (2017, Juli kamis). Seperti apa pola memberi latihan bagi ibu ibu lain untuk belajar uapakara. (N. M. Sumar, Interviewer)
Murdiasih, N. K. (2017, Juli Minggu). Tujuan Pelatihan oleh Sarathi banten. (N. M. Sumar, Pewawancara)
Puspawati, S. R. (2017, Agustus senin). jadwal pelatihan upakara. (N. M. Sumar, Pewawancara)
Subagiasta dkk, I. K. (1997). Acara Agama Hindu. Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu dan Budha.
Sujana dkk, I. M. (2008). Pedoman Sarathi Banten. Denpasar: Widya Dharma.
Tashadi, Muniatmo, G., Supanto, & Sukirman., d. (1982). Sistem Gotong Royong dalam Masyarakat Pedesaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Titib, I. M. (2001). Filosofi Pendidikan Hindu Menurut Veda, Konsep dan Kemungkinan Implementasinya di Indonesia. Seminar dan Lokakarya Nasional Reformulasi Sistem Pendidikan Hindu pada masyarakat majemuk di Indonesia, tanggal 8-9 September 2001 (hal. 20-21). Denpasar: Universitas Hindu Indonesia.
Warna dkk, I. W. (1993). Kamus Bali - Indonesia. Denpasar: pembinaan dan Pengembangan Bahasa Balai Penelitian Bahasa.
Published
2019-10-31
How to Cite
Adi, A. (2019). POLA TRANSFORMASI PENDIDIKAN AGAMA HINDU OLEH SRATI BANTEN DI KOTA PALANGKA RAYA. Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama Dan Budaya Hindu, 10(2), 1-13. https://doi.org/10.33363/ba.v10i2.356